DOLOMIT DALAM BUDIDAYA UDANG VANAME:Peran CaMg(CO₃)₂ terhadap Fisiologi, Pertumbuhan, dan Produktivitas Budidaya

Penulis

  • Faisal Alimaturahim Penulis

Kata Kunci:

DOLOMIT DALAM BUDIDAYA UDANG VANAME: Peran CaMg(CO₃)₂ terhadap Fisiologi, Pertumbuhan, dan Produktivitas Budidaya

Abstrak

Buku Dolomit dalam Budidaya Udang Vaname: Peran CaMg(CO₃)₂ terhadap Fisiologi, Pertumbuhan, dan Produktivitas Budidaya membahas pemanfaatan dolomit sebagai salah satu bahan penting dalam pengelolaan lingkungan budidaya udang vaname. Pembahasan diawali dengan pengenalan udang vaname, karakteristik biologis, dan berbagai sistem budidaya yang umum diterapkan. Selanjutnya, buku ini menguraikan pentingnya kualitas air serta karakteristik dolomit CaMg(CO₃)₂ sebagai sumber kalsium dan magnesium. Peran dolomit terhadap proses fisiologis, pergantian kulit, keseimbangan mineral, dan pertumbuhan udang dibahas secara sistematis. Buku ini juga menjelaskan teknik aplikasi dolomit, penentuan penggunaan sesuai kondisi perairan, serta hubungannya dengan kesehatan udang dan stabilitas lingkungan budidaya. Berbagai aspek pengelolaan dolomit disajikan untuk membantu pembudidaya meningkatkan efisiensi produksi sekaligus mengurangi risiko gangguan kualitas air. Pada bagian akhir, buku ini membahas strategi optimalisasi penggunaan dolomit untuk mendukung pertumbuhan, kelangsungan hidup, produktivitas, dan keberlanjutan budidaya udang vaname secara efektif, efisien, dan ramah lingkungan.

Referensi

Agustinus, F., Mantuh, Y., Setyani, D., & Jatmiko, D. (2026). Monitoring Pengukuran Kualitas Air di Klester C-Shrimp Estate Kalimantan Tengah. Jurnal Ilmu Hewani Tropika (Journal Of Tropical Animal Science), 15(1), 1-6.

Akmal, Y., Humairani, R., & Zulfahmi, I. J. J. S. (2020). Penerapan teknologi closed system pada pembudidaya udang vaname (Litopenaeus vannamei) Kelompok “Laut Mina Budidaya” Bireuen, Aceh. Jurnal Solma, 9(2), 249-260.

Alimaturahim, F. (2021). Efektivitas pemberian dolomit terhadap kualitas air, respon fisiologi dan kinerja pertumbuhan udang vaname (Litopenaeus vannamei) (Doctoral dissertation, IPB University).

Bani, G. A. (2023). Analisis Kimia Batu Kapur Kabupaten Kupang Sebagai Bahan Baku Pembuatan Pupuk Dolomit. Jurnal Agroteknologi Pertanian & Publikasi Riset Ilmiah, 5(1), 23-28.

Gao, Y., Zhang, X., Wei, J., Sun, X., Yuan, J., Li, F., & Xiang, J. (2015). Whole transcriptome analysis provides insights into molecular mechanisms for molting in Litopenaeus vannamei. PloS one, 10(12), e0144350.

Kamal, M., Febri, S. P., Haser, T. F., Safir, M., Pulungan, A., Widya, D. A. S., & Afriani, S. (2025). Pengaruh Dosis Alkalinitas Terhadap Kinerja Pertumbuhan Udang Windu (Penaeus monodon) Yang Di Pelihara Pada Suhu 33 0 C. Jurnal Agroqua: Media Informasi Agronomi dan Budidaya Perairan, 23(2), 237-247.

Katya, K., Lee, S., Yun, H., Dagoberto, S., Browdy, C. L., Vazquez-Anon, M., & Bai, S. C. (2016). Efficacy of

inorganic and chelated trace minerals (Cu, Zn and Mn) premix sources in Pacific white shrimp, Litopenaeus vannamei (Boone) fed plant protein based diets. Aquaculture, 459, 117-123.

Putra, A., Syafa’Yumna, A., Alfiazh, A. T., Nugraha, B. A., Sartika, D., Ramadiansyah, F., ... & Suharyadi, S. (2023). Analisis kualitas air pada budidaya udang vaname (Litopenaeus vannamei) sistem intensif. JP, 13(3), 871-878.

Roy, L. A., Davis, D. A., Saoud, I. P., & Henry, R. P. (2007). Effects of varying levels of aqueous potassium and magnesium on survival, growth, and respiration of the Pacific white shrimp, Litopenaeus vannamei, reared in low salinity waters. Aquaculture, 262(2-4), 461-469.

Soares, R. F., Pimentel, O. A. L. F., de Souza, R. L., da Silva Júnior, R. F., & Brito, L. O. (2026). Mineral fertilization in pond bottom soil promotes the growth of Pacific white shrimp (Penaeus vannamei) in a semi-intensive grow-out with synbiotic system. Journal of Applied Aquaculture, 1-14.

Supono, S. (2018). Manajemen kualitas air untuk budidaya udang.

Tambunan, J. E., Rahmawati, A., Djamaludin, H., Dailami, M., & Anitasari, S. (2022). Udang Vaname: dari hulu ke hilir. Universitas Brawijaya Press.

Taqwa, F. H., Fitrani, M., & Purwanto, R. (2021). Respons fisiologis benur udang vaname (Litopenaeus vannamei) terhadap penambahan kalsium selama adaptasi di salinitas rendah. Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal, 112-117.

Truong, H. H., Hines, B. M., Emerenciano, M. G., Blyth, D., Berry, S., Noble, T. H., ... & Simon, C. J. (2023). Mineral nutrition in penaeid shrimp. Reviews in Aquaculture, 15(4), 1355-1373.

Wahyuni, S. T., Lestari, D. P., & Diniariwisan, D. (2024). Effect of Adding Calcium Dolomite (CaMg (CO3)) and Tohor (CaO) in Cultivation Media to Increase Moulting of Litopenaeus vannamei. Journal of Fish Health, 4(2), 52-62.

Wanimbo, E., Admaja, A. K., Abubakar, Y., Toatubun, M., Tumembouw, S. S., Rumbiak, K. K., ... & Paiki, K. (2025). Ekofisiologi Hewan Air. Kamiya Jaya Aquatic.

Diterbitkan

2026-10-06

Cara Mengutip

Alimaturahim, F. (2026). DOLOMIT DALAM BUDIDAYA UDANG VANAME:Peran CaMg(CO₃)₂ terhadap Fisiologi, Pertumbuhan, dan Produktivitas Budidaya. Penerbit Kamiya Jaya Aquatic. https://kjaquatic.com/index.php/penerbitkamiyajayaaquatic/article/view/110

Artikel Serupa

21-30 dari 98

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.